June 28, 2015

Bill Gates Gelontorkan Ratusan Juta Dolar Demi Vaksin Aids


Bogor - www.booampas.com

Bill Gates Gelontorkan Ratusan Juta Dolar Demi Vaksin Aids

Selepas pensiun dari Microsoft, Bill Gates aktif di beberapa kegiatan amal. Salah satunya merupakan program riset untuk mencari obat AIDS.

Lewat Bill and Melinda Gates Foundation, sang pendiri raksasa teknologi Microsoft itu menghabiskan USD 400 juta alias kurang lebih Rp 5,2 triliun (USD 1 = Rp 13.000) setiap tahunnya untuk penelitian dari penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut.

Gates pun berharap, vaksin untuk memerangi virus HIV yang menyebabkan AIDS bisa ditemukan dalam jangka waktu 5-10 tahun ke depan.

"Sepertinya prioritas mutlak kini merupakan vaksin. Jika kita telah menemukan vaksin yang bisa melindungi orang-orang, jadi kita bisa menghentikan epidemik dari penyakit tersebut (AIDS-red.)," ucap salah satu orang terkaya di dunia tersebut, semacam dilansir Business Insider.

Sejak tahun 1981, kurang lebih 78 juta orang telah terinfeksi oleh virus HIV. Virus ini merusak sel-sel sistem kekebalan tubuh hingga sistem kekebalan tubuh tak bisa lagi melawan infeksi lain yang biasanya akan sanggup mencegah.

"Penemuan vaksin, inilah fokus area yang tengah dituju dari penelitian yang kami lakukan. Tetapi mungkin akibat terbaiknya baru bisa didapat lima tahun lagi, alias mungkin saja hingga 10 tahun," kata Gates.

"Namun bakal tak sedikit orang yang akan semakin terinfeksi virus ini, sehingga kita wajib masih fokus serta melakukannya dengan lebih efisien," tandasnya.

Yah semoga saja obat ini cepat ditemukan, karena sudah menelan banyak korban.

June 25, 2015

"Undo Send" Fitur Gmail Terbaru

"Undo Send' Fitur Gmail Terbaru

Gmail, layanan email besutan Google kini menambahkan tombol undo send.

Bali - www.booampas.com - Ingat saat Anda menulis sesuatu yang ditujukan untuk teman Anda kemudian tiba-tiba salah memencet tombol dan malah terkirim ke orang lain? Tak perlu khawatir lagi, kini Anda dapat mengembalikkan pesan yang telah Anda kirim.

Gmail, platform electronic mail paling populer di dunia, kini memberikan para penggunanya pilihan untuk mengatur waktu jeda antara 5 sampai 30 detik sebelum mengirim email. Anda akan memiliki banyak waktu untuk menekan tombol "undo send" dan menyelamatkan Anda dari rasa malu karena salah mengirim email.

Anda dapat mengaktifkan tombol "undo send" ini dengan cara mengklik ikon gear yang berada di pojok kanan atas tampilan Gmail, kemudian pilih "Settings." Pada bagian Undo Send, centang "Enable Undo Send." Kemudian atur waktu jeda pengirimannya.

Cara Membatalkan Pengiriman Email di Gmail
Tombol Undo Send pada Layanan Gmail

Google (GOOGL, Tech30) mengumumkan fitur ini pada hari Senin. Google sendiri langsung mulai memperbarui akun para pengguna, namun hal tersebut dapat menghabiskan waktu dua minggu agar dapat dinikmati semua pengguna Gmail.

Pilihan ini sebelumnya tersedia sebagai fitur eksperimental di Gmail Labs, tetapi hanya sedikit orang yang tahu mengenai hal-hal seperti itu.

Gelang Kesehatan Khusus Buatan Google

Bogor - www.booampas.com

Gelang Kesetahan Khusus Buatan Google

Perangkat ini ditujukan untuk peneliti medis digunakan dalam hal uji klinis dan tes narkoba.

Google dikabarkan akan mengembangkan gelang kesehatan khusus yang dapat melacak kesehatan tubuh kita secara real-time kondisi pasien.

Gelang ini dikembangkan dalam percobaan divisi Google X, perangkat ini dapat mengukur denyut nadi, irama jantung, suhu kulit, dan rincian lingkungan seperti paparan dan kebisingan serta tingkat cahaya.

Tentunya perangkat ini akan terbatas dan tidak tersedia secara luas ke konsumen. Perangkat ini ditujukan untuk penelitis medis digunakan dalam hal uji klinis dan tes narkoba. Google sendiri mengatakan hal ini secara langsung ke Bloomberg.

Perangkat ini akan memungkinkan para profesional medis melacak data pengguna, sekalipun pemakainya berada di dalam rumah maupun di luar kota. Walau begitu, perangkat ini tidak hanya untuk orang sakit, tapi untuk orang yang sedang sehat pun bisa diketahui gejala awal penyakit.

Andy Conrad, kepala tim ilmu kehidupan Google, kepada Bloomberg.
"Saya membayangkan dalam masa 20-30 tahun yang akan datang. Dokter akan memberikan solus akurat untuk pasien," katanya. "Pencegahan berarti sepanjang waktu."

Google sendiri telah mengakusisi beberapa usaha yang berhubungan dengan kesehatan. Tahun lalu, dia mengumumkan akan membuat lensa kontak yang dapat mengukur kadar glukosa dalam air mata yang bermanfaat bagi para penderita diabetes.